Daftar istilah pada deskripsi produk garmen (baju, sepatu, dll.)

Sebagian besar brand fesyen (baik lokal maupun global) selalu memberikan informasi lengkap mengenai deskripsi atau spesifikasi produk yang mereka jual. Entah itu bahan atau material yang digunakan, hingga saran memilih ukuran. Kadang, ada istilah aneh dan asing dalam deskripsi produk tersebut. Nah, artinya apa ya kira-kira?

Latar belakang dibuatnya daftar istilah ini berawal dari saya yang cengo waktu pertama kali baca deskripsi produk di salah satu brand lokal women’s outerwear:

Material: balotelli

Balotelli yang saya tahu:

balotelli why always me

Bukannya nama bahan/kain 🙁

Leggo!
Oh ya, urut abjad.

Istilah terkait bahan / material / kain

1Jacquard

Jacquard adalah salah satu jenis bahan katun yang highly-textured dengan pola/pattern woven yang memiliki efek timbul pada kainnya. Karena udah bertekstur, jadi bahan jacquard hampir gak pernah ada sablonannya. Jacquard sering digunakan untuk membuat sweater, kemeja, dan kaos dengan pattern floral atau animal.

2Katun poplin

Katun poplin bentukannya hampir mirip dengan katun jepang. Cenderung lebih lembut, jatuh, menyerap keringat (tanpa jeplak). Ga nerawang.

3Katun viscose

Viscose cotton ini jenis bahan yang adem banget, jatuh dan ngikutin badan. Dipakainya nyaman, kainnya enteng, nyerap keringat (ya karena katun). Walau nyerap keringat tapi gak sampe jiplak keringat. Beda dengan bahan sejenis wolfis/twiscone/peachskin/satin yang cenderung lebih panas dan tidak menyerap keringat.

4Twill

Ketika kamu melihat adanya istilah cotton twill itu berarti jenis bahan yang punya weave dengan pattern diagonal dan paralel. Sering digunakan untuk membuat celana dan outerwear.


Istilah terkait teknik pemrosesan produk

5Contrast stitching

Pada umumnya, produk garmen punya jahitan yang namanya tonal stitching di mana warna benang jahitnya senada dengan warna garmen, atau contrast stitching. Seperti namanya (kontras), benang jahitnya disengaja agar ngejreng alias stands out dari warna dasar garmen. Walau kesannya kayak gak begitu penting, tapi brand-brand macem Polar Skate Co. dan A-COLD-WALL* menjadikan teknik ini sebagai salah satu andalan mereka.

6Garment dyed

Sering digunakan oleh brand teknikal seperti Stone Island dan Nemen, istilah garment dyed pada deskripsi produk (terutama techwear) maksudnya adalah proses di mana sebuah garmen dibuat dari benang warna dasar abu-abu atau monokrom kemudian baru diwarnai dengan warna-warna lain setelah garmennya jadi.

7Loopback

Loopback adalah salah satu teknik rajutan yang ciri-cirinya ada loop/simpul khas di bagian dalam kain, sering ditemukan dalam produk sweater. Istilah ini berasal dari nama mesin rajut tradisional: loopwheel yang awalnya teknik ini ada bertujuan untuk menjaga kehangatan sehingga menimbulkan yang namanya insulating layer.

8Shell

Shell ini bukan merek bensin yang onoh ya. Shell ini maksudnya adalah material atau lapisan luar dari bahan garmen yang sifatnya waterproof, biasanya polyester atau nylon, yang diletakkan sebagai material teratas (dua atau tiga layer) dari jaket atau gear (outdoor) lainnya.

9Virgin wool

Ini maksudnya bukan bahan kain wol dari domba yang masih perawan/perjaka ya. Virgin wool ini maksudnya bulu yang diambil sebagai bahan dasar membuat wol ini diambil dari pencukuran paling pertama dari seekor domba, di mana kualitasnya masih paling bagus dan paling lembut.


Istilah terkait cutting / pola / konstruksi

10Camp collar

Camp collar juga sering disebut sebagai Cuban atau kemeja kerah bowling. Camp collar adalah jenis opening kemeja ala-ala tahun 50an dengan lapel quasi-mini dan kancing yang letaknya sedikit lebih rendah daripada kemeja lain, contoh kemeja lain ya anggap saja kemeja Oxford lah. Jenis kerah ini sekarang seperti sudah jadi standar untuk kemeja santai / summer shirt / kemeja pantai.

11Drop shoulder

Sweater dan kaos dengan konstruksi dropped shoulders tujuannya ya supaya kesannya bahu lebih lebar. Biasa digunakan pada garmen dengan boxy atau relaxed fit.

12Raglan sleeves

Atasan berlengan raglan termasuk lengan yang memanjang hingga ke garis leher, dengan jahitan diagonal dari lubang lengan ke leher. Istilah ini dapat ditelusuri kembali ke Lord Raglan, yang dikatakan telah mengadopsi mantel dengan gaya ini dalam mencari kebebasan bergerak yang lebih besar setelah kehilangan lengannya dalam Pertempuran Waterloo.


Ilustrasi nyusul ya, masih males. Silakan yang mau usul mau bahas istilah apaan ya, yang mau ngasih penjabaran juga boleh.